Berbagai Masalah yang muncul serta sanggahan sanggahan tentang ide adanya otak kiri / otak kanan telah menjadi pertanyaan di benak kita baik saya maupun anda, malah saya menjumpai anekdot lucu yang memplesetkan jika ada otak kiri/otak kanan pasti ada otak tengah, otak atas, otak bawah, otak pinggir dan sebagai nya, karena hal ini saya akan mencoba menganggkat hal tersebut untuk di diskusikan di bawah ini tentang teory tersebut dan pemahaman nya di abad 21 sekarang.

Pembahasan kali ini kita akan mulai pada penelitian tahun 1950 dan 1960 , tasa Profesor Sperry yang saat itu meneliti Fungsi gelombang otak , diri nya mempelajari berbagai kegiatan pikiran dan efek nya pada gelombang otak , saat itu Sperry dan rekan nya meminta para sukarelawan melakukan berbagai tugas mental antara lain : menjumblah, mengurangi angka di luar kepala, membaca puisi, pengucapan kembali kalimat kalimat yang sudah di hafal, mencoret coret, melihat berbagai warna, menggambar geometri, menganalisa problem logika, dan melamun, dari situ Sperry telah menduga sebelum nya akan berbeda untuk setiap kegiatan yag berbeda dan hasil nya benar, yang tidak ia duga adalah penemuan ini telah mengubah cara dan pandang pikir kita tentang system kerja otak manusia tentang hukum rata rata otak membagi kegiatan dalam otak kiri ( Korteks kiri ) , otak kanam ( Korteks kanan ) dan pembagian secara garis besar adalah sebagai berikut :

Otak Kiri
  • kata Kata

  • Logika
  • angka
  • urutan
  • linear
  • analisa
  • Daftar
Otak Kanan
  • Irama
  • Kesadarab Spacial
  • Dimensi
  • Imajinasi
  • Melamun
  • Warna
  • Kesadaran Holistik

Dalam Hal ini Sperry juga menemukan jika Korteks kanan sedang aktif, Korteks kiri akan cenderung lebih tenang atau Mediatif, begitu pula ketika Korteks kiri sedang aktif, Korteks kanan menjadi Rilex dan Tenang

Kemudian pada tahun 1970, hasil hasil Percobaan tersebut, membimbing ke penelitian selanjut nya tentang kegiatan dan survey survey mengenai Potensi potensi Otak yang belum digali.

Lalu Pada awal tahun 1980 an, Paradigma otak kiri/Otak kanan menjadi terkenal diseluruh dunia dan kemudian buku buku mulai banyak bermunculan yang menulis tentang penemuan penemuan yang luar biasa ini, dan ini lah kemudian muncul berbagai sejumblah masalah masalah.

Masalah No 1

Kita Pasti Pernah Mendengar Bahwa kegiatan Otak kiri pada Umum nya di beri Label kegiatan : Intelektual, akademis dan Bisnis sedangkan bagi otak kanan sering di sebut sebagai Kegiatan : artistik, Kreatif dan Emosional.

tetapi Jika Penilaian di atas benar maka pasti Timbul pertanyaan, para akademis seperti Isac newton dan alberth Einstein mungkin Berotak Kiri sedangkan para Musisi dan para seniman seperti Bethoven atau Michelangelo mungkin berotak kanan dengan kata lain apakah mereka tidak mengunakan semua Potensi otak nya.

maka dari itu Konsep dari tentang Otak Kiri dan otak kanan perlu di butuhkan penelitian lebih lanjut untuk menjelaskan kontroversi yang terus meluas ini, maka dari itu kita coba mengawali nya dengan mengambil contoh data data para jenius kreativ termasyur dan menghubungkan nya dengan model otak kiri dan otak kanan

Riwayat Kasus -- Alberth Einstein

Alberth Einstein dinominasikan sebagai jenius Kreatif terbesar di abad 20. kendati demikian ia sebenar nya merupakan pelajar yang miskin , lebih memilih melamun dari pada belajar sampai akhir nya dia di keluarkan dari sekolah karena Pengaruh nya yang mengganggu.

Sebagai Remaja Einstein muda, ia terilhami oleh sisi imajinatif matematika dan fisika, dilain itu dirinya juga tertarik pada karya Michelangelo yang ia pelajari secara mendalam, kedua minat yang saling melengkapi ini mendorongnya untuk bermain main dengan imajinasi nya dari situ dia mengembangkan Creative Mind Games yang sekarang terkenal dimana, dimana saat itu Einstein dirinya menghadapkan diri pada sebuah pertanyaan yang menggugah rasa ingin tahu nya lalu membiarkan imajinasinya berkelana kemana mana.

dalam salah satu Creative Mind games nya ia membayangkan bahwa dirinya berada di permukaan matahari dan menggemgam sinar matahari lalu terbang dengan kecepatan cahaya matahari menuju ke ujung alam semesta.

ketika ia tiba pada akhir perjalanan dirinya terkejut dan kagum bahwa ternyata ia kembali ke tempat dimana ia memulai perjalanan nya. secara logis ini tidak mungkin, tidak mungkin kita berjalan ke dalam garis lurus dan berakhir di tempat kita memulai

Karena penasaran lalu Einstein sekali lagi mengadakan Perjalanan bersama sinar matahari yang di mulai dari bagian permukaan matahari yang lain, sekali lagi ia melakukan perjalanan garis lurus ke ujung alam semesta sekali lagi juga ia kembali ke relatif di tempat ia memulai perjalanan nya.

Lalu kebenaran perlahan lahan mulai muncul di benak nya bahwa Imajinasi nya telah mengatakan lebih banyak kebenaran dari pada logika nya, jika kita mengadakan perjalanan garis lurus selama lamanya dan terus kembali ke tempat dimana kita memulai maka kata Selama lamanya paling sedikit mengandung dua arti yaitu berbentuk lengkung dan meiliki batas.

dari situlah einstein menemukan salah satu pemahaman terbesar nya : alam semesta kita adalah alam semesta berbentuk melengkung dan berbatas. ia tidak menemukan realisasi kreatif raksasanya ini hanya dengan mengunakan otak kiri saja, tetapi dengan mengabungkan pengetahuan nya akan angka, kata, urutan, logika dan analisa dengan imajinasinya yang besar, kesadaran ruangannya dan kemampuan nya untuk melihat gambaran keseluruhan.

Pemahaman nya adalah campuran dan perbincangan yang sempurna antara kedua sisi otak nya. ini merupakan realisasi kreatif keseluruhan otak yang sempurna.

hal sebalik nya terjadi pada jenius kreativ otak kanan, mari kita ambil contoh seseorang yang di pandang sangat berotak kanan yaitu Ludwig van Bethoven

Riwayat kasus --- Ludwig van bethoven

bethoven terkenal akan semangat nya yang menyala nyala, rasa ingin tahunya yang amat tinggi dan gairah nya yang tak pernah padam akan hasrat nya untuk kebebasan dari tirani dan sensor sensor, dan perjuangan yang tanpa henti bagi kebebasan Expresi seni secara umum dia diterima sebagai model seorang yang jenius sempurna ... sangat liar dan tidak dapat di jinakan

semua ini benar dan sangat cocok dengan interprestasi tradisional otak kanan. tetapi ternyata ada yang luput dari perhatian sebagian besar orang , yaitu bethoven, seperti semua musisi, juga sangat lah berotak kiri

Bayangkan ciri ciri musik nya ditulis dalam baris baris urutan urutan yang mengikuti Logika nya sendiri serta berlandaskan dengan angka angka, ketahuilah bahwa musik sering di gambarkan sebagai bentuk paling murni dari matematika ( menarik untuk di perhatikan bahwa ahli matematika terkemuka mempunyai hibi bermusik dan sebalik nya )

Selain sangat Imajinatif serta Ritmikal Bethoven juga sangat teliti dan cermat. Bethoven lah yang mulai mengunakan Metronom ( alat Penghitung nada ) musik, dan menyatakan bahwa alat ini adalah adalah kiriman tuhan untuk nya, dengan demikian berarti sejak saat itu setiap musisi dan konduktor di masa depan akan mampu memainkan musik nya dengan irama yang benar dan tepat, dengan tekanan nada presisi tinggi dan pad atempo matematikal benar dan tepat !

seperti Einstein Bethoven Bukanlah sekedar berotak kiri atau sekedar otak kanan dirinya mengunakan keseluruhan dengan utug dan kreativ

Dari Penjelasan Contoh di atas para Tokoh Genius Kreatif termasyur ini menguatkan kita bahwa mereka tidak hanya menggunakan satu otak saja tetapi keseluruhan , dimana setipa ketrampilan saling mendukung dan melengkapi, setelah ini dari penemuan penemuan ini akan menjelaskan masalh kedua dari penilaian dan asusmsi yang berkembang sekarang

masalah Nomer 2

Maslah kedua adalah masalah besar kegiatan intelektual yaitu stigma di masyarakatkita otak kiri cenderung di beri label kegiatan [ria dan dengan demikian kegiatan otak kanan yang kreatif dan emosional dilihat sebgai kegiatan perempuan, hal ini jelas merupakan kegiatan yang keliru dan berbahaya

label Label dibawah ini adalah sekedar intreprestasi dari pandangan masyarakat
  1. Inteltualitas, pendidikan dan akademis hanya melibatkan kata, angka dan logika tidak melibatkan hal hal imajinasi warna dan irama
  2. Bisnis adalah tempat dimana hany ada urutan yang ketat
  3. Pria adalah Orang orang logis, rasional tanpa emosi imajainasi dan warna
  4. Perempuan adalah Tukang Melamun yang tidak rasional
  5. Emosi tidak berdasar logika yang asosiatif
  6. Kreativitas dan seni bukanlah usaha yang pantas dan tidak mempunyai latar belakang yang rasional atau ilmu pengetahuan

Bencana dari anggapan anggapan diatas yang berakibat buruk dan keliru, yang sayangnya masih terjadi di masa sekarang , tetapi mari kita coba mengubah stigma stigma ini

Yang patut disayangkan , pengertian pengertian keliru sangat menonjol di dunia pendidikan karena notabene mayarakat menganggap pendidikan harus lah berotak kiri dan akibat nya kita memberi sebutan kepada anak anak yang enerjik, imajinatif, ceria , penuhwarna , penuh rasa ingin tahu atau sering melamun sebagai anak yang nakal , mengganggu, hiperkatif, lamban atau terbelakang. seharus nya kita memberi label mereka sebagai calon genius kreatif yang mulai menjelajahi berbagai kemampuan nya

karena pengertian yang serupa banyak hal hal yang terperangkap dalam label otak kiri akibat nya bukan hanya saja menghancurkan sinergi yang muncul dari kombinasi kerja sama otak kanan dengan imajinasi da kelenturan dan juga menghancurkan repotasi dan inti hal hal tersebut.

Sebuah pandangan Otak Kiri dan otak Kanan Modern

Menyadari Kenyataan ini maka kita harus memulai menghapus pandangan otak kiri otak kanan yang menyesatkan , sesungguhnya otak bekerja keseluruhan dengan ritme yang sudah diatur, bukanya timpang, misal contohnya saat dulu kita belajar sepeda, mula mula kita kikuk dan menghitung langkah langkah yang benar, saat itu logika kita mengambil peranan besar dan sesudah nya imajinasi mengambil alih logika yang rumit dengan hitungan dan urutan nya itu dan saat imajinasi sudah merekam hal hal yang di cerna logika dalam hal ini adalah naik sepeda maka saat itu kita akan mudah sekali naik sepeda dengan lancar bahkan tanpa berpikir sedikitpun urutan dan hitungaan naik sepeda, begitu juga kegiatan kegiatan lain saat kegiatan yang baru muncul dan serasa asing saat itulah logika bekerja menganalisa dan saat yang bersamaan juga Imajinasi merekam nya, kemudian setelah beberapa lama akan sangat mudah sekali melakukan nya

Inilah bukti bahwa Otak kiri dan otak kanan bekerja secara bersamaan bukanya satu persatu dan mengabaikan yang lainnya, bahkan seluruh tubuh kita pun mendukung saat kegiatan otak bekerja dengan ritme yang telah ditentukan saat meklakukan kegiatan apapun